Selasa, 23 Maret 2021

Makna filosofis gerak tari tanggai

 


MAKNA FILOSOFIS YANG TERKANDUNG DALAM GERAK TARI TANGGAI

SUMATERA SELATAN

 



 

DISUSUN OLEH :

 

ALIYA SAFIYAH | XI SCIENCE 2

ANGEL PRATICYA | XI SCIENCE 3

BALKIS SEKAR PUTRI | XI SCIENCE 3

MESSY RAISYA | XI SCIENCE 3

RAMADHANI SELA | XI SOCIAL

 

GURU PEMBIMBING : IBU ERPADELLAH

 

SMA NEGERI SUMATERA SELATAN

TAHUN AJARAN 2020/2021


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Sumatera Selatan merupakan daerah yang mempunyai banyak sekali kesenian. Kesenian yang berkembang di Sumatera Selatan sudah ada sejak masa kerajaan yang pernah berada di wilayah tersebut yaitu kerajaan Sriwijaya. Kesenian tersebut diantaranya ada teater, music dan tari yang tersebar di setiap daerah yang ada di Sumatera Selatan. Salah satu kesenian yang selalu mengalami perkembangan adalah seni tari. Hampir di setiap daerah di Sumatera Selatan mempunyai tari penyambutan. Tari untuk menyambut tamu memang sudah ada sejak masa kolonial, dimana para penari merupakan para putrid dari kerajaan atau putrid dari para bangsawan saat itu, dan gerakan yang dilakukan masih sangat sederhana dan belum tersusun. Tari penyambutan tersebut biasanya menggunakan tepak dan kuku palsu sebagai hiasan ditangan yang biasa disebut dengan Tanggai.

 

Tari Tanggai ditarikan oleh para perempuan dan berjumlah ganjil. Berjumlah ganjil dikarenakan pencipta tari mengambil konsep rasan tuo, dimana salah seorang penari menjadi primadona. Musik yang dipakai adalah musik melayu yang terdiri dari beberapa instrument seperti akordeon, biola, kendang, rebana dan orgen tunggal. Busana yang digunakan pada tari Tanggai adalah aesan gedeh yaitu busana kebesaran yang dipakai oleh putra-putri bangsawan, dan kemudian dipakai dalam tari gending Sriwijaya dan Tari Tanggai karena ingin menunjukkan identitas kota Palembang yang merupakan peninggalan kerajaan besar, serta ingin melestarikan budaya dan peninggalan terdahulu. Gerakan-gerakan yang ada pada tari Tanggai secara keseluruhan adalah gerakan mudra yaitu gerakan penyerahan diri kepada yang Maha Kuasa.

Saat ini, tarian dari Sumatera Selatan telah banyak dipentaskan, dan salah satunya ialah tari tanggai. Baik untuk pertunjukkan ataupun untuk penyambutan tamu penting dalam acara resmi di kota Palembang. Namun, tidak semua orang betul-betul tahu dan memahami serta mengerti makna dari setiap gerakan yang ada. Oleh karena itu, kami membuat jurnal ilmiah dengan tujuan untuk mencari tahu makna yang ada di balik setiap gerakan dalam tari tanggai. Agar sekiranya tidak ada kesalah pahaman dan sekiranya dapat menjadi acuan dalam pengingat gerakan.


1.1  RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dalam jurnal ini adalah sebagai berikut :

            1.      Apa saja gerakan-gerakan yang ada dalam tari tanggai?

            2.      Apa makna dari gerakan-gerakan dalam tari tanggai?

1.2  TUJUAN

Tujuan dari dibuatnya jurnal ini adalah sebagai berikut :

1.      Apa saja gerakan-gerakan yang ada dalam tari tanggai?

2.      Apa makna dari gerakan-gerakan dalam tari tanggai?


BAB II

METODE PENELITIAN

 

1.1  Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti, sehingga berkaitan dengan persepsi, ide, pendapat atau kepercayaan, yang tidak dapat diukur dengan angka. Sedangkan Moleong (2010:6) menegaskan bahwa penelitian kualitatif bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian.

1.2  Lokasi dan Waktu

Penelitian dilakukan pada tanggal 11 Maret 2021. Penelitian ini dilaksanakan di sanggar tari. Penulis melakukan penelitian di sebuah sanggar tari karena mengingat bahwasanya pengajar di sanggar tari tersebut telah menyalurkan dan memperkenalkan gerakan-gerakan tari tanggai ke banyak orang. Sehingga dapat dijadikan tolak ukur untuk mendapatkan informasi yang akurat.

2.3 Teknik Pengumpulan Data

2.3.1 Wawancara

Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Penulis menggunakan pedoman wawancara terstruktur yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci.

Dalam hal ini penulis melakukan wawancara dengan pengajar tari yang berasal dari salah satu sanggar tari di Palembang. Informan diharapkan dapat memberikan keterangan mendalam tentang macam-macam jenis dan makna gerakan pada tari tanggai. Sasaran Wawancara adalah pengajar tari yang telah mengajarkan tari tanggai kepada pelajar-pelajar ataupun golongan masyarakat lainnya.

2.3.2 Kajian Literatur

Metode pengumpulan data yang digunakan selanjutnya ialah dengan memperoleh informasi dari kajian literature. Mencari dari materi tertulis yang penting dan berhubungan dengan masalah yang diteliti seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat,catatan harian dan sebagainya. Dalam penelitian ini, penulis menelaah buku ataupun blog mengenai refrensi gerak pada tari tanggai yang berasal dari Palembang.

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

1.1  Pengertian

Tari tanggai adalah sebuah tarian yang disajikan untuk menyambut tamu yang telah memenuhi undangan. Tari tanggai biasanya dipertontonkan dalam acara pernikahan adat daerah Palembang. Tari tanggai menggambarkan keramahan, dan rasa hormat masyarakat Palembang atas kehadiran sang tamu dan dalam tari ini tersirat sebuah makna ucapan selamat datang dari orang yang mempunyai acara kepada para tamu.

Tari tanggai memiliki persamaan dengan tari Gending Sriwijaya. Perbedaannya adalah Tari tanggai dibawakan oleh 5 orang sedangkan tari Gending Sriwijaya dibawakan oleh 9 orang dan perlengkapan penari Gending Sriwijaya lebih lengkap dibandingkan dengan Tari tanggai. Penari tari Tanggai menggunakan pakaian khas daerah seperti kain songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau ramai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga dan kerana tanggai yang dipakai penari, maka tari ini dinamakan tari tanggai.

Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai dengan busana khas daerah sehingga penari kelihatan lebih anggun. Kelenturan gerak dan lentiknya jemari penari menunjukan betapa tulusnya tuan rumah memberikan penghormatan kepada tamu. Perpaduan gerak gemulai penari dengan harmoni lagu pengiring yang berjudul “enam bersaudara” melambangkan keharmonisan hidup masyarakat Palembang.

Pada zaman sekarang, tari tanggai selain dipertontonkan dalam acara pernikahan masyarakat Palembang,tari ini juga dipertontonkan dalam acara-acara resmi organisasi dan pergelaran seni di sekolah-sekolah. Sanggar-sanggar seni di kota Palembang banyak yang menyediakan jasa pergelaran tarian tanggai ini, lengkap dengan kemewahan pakaian adat Sumatra Selatan.

 

1.2  Hasil Penelitian

Adapun makna dari setiap gerakan-gerakan dalam tari tanggai, yaitu :

 

3.2.1 Gerak Ulur Benang

Gerak Ulur Benang merupakan representatasi dari salah satu kegiatan yang dilakukan oleh  para perempuan Palembang pada saat menjahit atau menenun dengan cara menarik atau mengulur benang. Gerak ulur benang melambangkan kegiatan masyarakat kota Palembang khusunya perempuan yang pekerjaan sehari-harinya adalah menyulam dan menenun dan kegiatan tersebut berhubungan dengan tali atau benang.

 

3.2.2 Gerak Tabur

Kegiatan menabur atau menyebar bisa dilakukan oleh siapapun. Menabur bisa memiliki banyak arti, tetapi gerak tabor pada tari tanggai mempunyai pemaknaan sendiri oleh pencipta tentang gerak menabur yaitu menaburkan agama atau makna secara umum yaitu menaburkan kebaikan yang kita terima dari sang mahakuasa, dengan membagikannya kepada sesama.

 

3.2.3 Gerak Memohon

Adalah meminta dengan hormat berharap supaya dapat sesuatu.Seperti namanya gerak memohon adalah gerak ketika kita meminta sesuatu. Mempunyai makna memohon semua hal yang baik dari sang mahakuasa. Di dalam masyarakat Palembang adalah manusia yang berketuhanan, sehingga dalam hal ini manusia selalu dituntut untuk selalu berserah diri dan beribadah kepada TuhanYang Maha Esa

 

3.2.4 Gerak Suri

Suri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sisir. Jadi bersuri adalah menyisir rambut. Sebagaimana adanya tuntutan kepada seorang wanita untuk menjaga kehormatan diri, sehingga sudah sepantasnya mendapat perlindungan lebih, dimana di dalam mayaraka t Palembang wanita lebih banyak dipingit di dalam rumah ketimbang beraktivitas diluar rumah. Mempercantik diri merupakan tuntutan dan kewajiban yang dilakukan oleh wanita sebagai berntuk perwujudan wanita Palembang yang cantik lahir dan batin, dimana jika hal ini tidak dilakukan dianggap kurang sopan.

 

3.2.5 Gerak Elang terbang

Elang terbang merupakan gerak yang menirukan perilaku hewan yaitu burung elang yang sedang terbang dengan membentangkan kedua tangannya. Gerak ini melambangkan bahwa manusia harus selalu tangkas dalam segala sesuatu dan setiap kehidupan mahluk hidup akan menggantungkan hidup dengan alam yang menyediakan kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu tidak hanya laki-laki tetapi perempuan juga dituntut tangkas dalam segala kegiatan.

 

3.2.6 Gerak Kecubung

Gerak kecubung dilakukan dengan gerakan memutar. Sehingga manusia dituntut untuk setiap aktivitas yang dilakukan tidak meninggalkan tujuan akhir dari kehidupan yaitu kematian. Sehingga dapat dikatakan bahwa manusia dituntut untuk selalu melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai mahluk Tuhan dalam arti melaksanakan seluruh perintahnya dan menjauhi semua larangannya.

 

3.2.7 Gerak Tafakur

Tafakur adalah gerakan yangdiambil dari cara kita berserah kepada yang Maha Kuasa. Banyak menyesuaikan diri dan menyerah dengan kepercayaan akan membawa akibat yang baik, sehingga jika berbuat atas dasar pikiran sehat dan berhati-hati dapat dipastikan bahwa setiap peraturan baru dan yang diinginkan terjadi atas berkat pertolongan Tuhan.

 

3.2.8 Gerak Menyumping

Menyumping diambil dari kata cuping yang berarti telinga. Sehingga menyumpingdapat diartikan sebagai kegiatan untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Gerak menyumping mengajarkan untuk bersopan santun dalam mendengarkan orang.

 

3.2.9 Gerak Siguntang Mahameru

Siguntang mahameru adalah nama bukit tertinggi di kota Palembang. Tempat ini merupakan tempat untuk melakukan upacara keagamaan umat Budha. Dengan kata lain gerak ini menyerukan kita sebagai manusia untuk selalu berserah kepada yang maha kuasa.

 

3.2.10 Gerak Stupa

Stupa menurut kamus besar Bahasa Indonesisa merupakan bangunan dari batu yang bentuknya seperti genta atau bel,biasanya merupakan bangunan suci agama Budha. Sebagaimana manusia dituntut untuk selalu berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Gerakan ini lebih ditujukan untuk member tahu bahwa setiap usaha yang dilakukan individu dapat mendatangkan manfaat baik diri sendiri maupun bagi orang lain. Apapun yang kita lakukan sebaiknya merupakan segala sesuatu hal yang positif sehingga orang lain yang ada di sekitar kita juga merasakan hal yang positif.

 

3.2.11 Gerak Borobudur

Borobudur merupakan tempat beribadah umat Budha, dimana hati dan pikiran kita tertuju kepada sang pencipta. Gerak ini melambangkan sebagaimana manusia dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas hidupnya, terutama dalam rangka mencapai kesuksesan dalam menjalani kehidupan, namun juga harus diiringi dengan doa. Sehingga usaha-usaha yang kita lakukan tetap dalam koridor norma-norma agama dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

 

3.2.12 Gerak Tolak bala

Tolak bala berarti menolak atau menangkal bahaya, penyakit, atau menolak segala hal-hal yang tidak baik dari diri kita. Jadi gerak ini melambangka n perlindungan diri untuk menghindari hal-hal yang tidak baik. Dalam hal ini, fatwa yang menjadi pedoman bagi masyarakat Palembang mengatakan bahwa “Peliharakan dirimu dari perbuatan dan perkataan yang menyalahi syariat” (Nawiyanto,2016:61). Sehingga dalam hal ini wanita harus menjaga kehormatan diri, sehingga sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan lebih, dimana di dalam masyarakat Pelembang lebih banyak dipingit di dalam rumah daripada beraktivitas di luar rumah.

 

 

 

  

BAB IV

PENUTUP

 

3.1  Kesimpulan

Tari Tanggai merupakan tari penyambutan tamu yang ada  di Kota Palembang. Tari Tanggai mencerminkan masyarakat Palembang yang ramah dalam menyambut tamu. Tari Tanggai dibawakan oleh para perempuan yang berjumlah ganjil, dikarenakan salah satu penari menjadi primadona dan membawa tepak berisi sekapur sirih yang diberikan kepada tamu kehormatan. Tari Tanggai terinspirasi dari salah satu bentuk adat yang ada di Palembang yaitu adat rasan tuo. Adat rasan tuo merupakan perjodohan yang dilakukan oleh para orangtua dengan cara berembuk untuk anak laki-lakinya. Oleh karena itu Tari Tanggai tidak ditarikan oleh laki-laki, tetapi ditarikan oleh para perempuan. Busana yang digunakan  dalam Tari Tanggai ada tiga, yaitu Aesan Gede, Aesan Gandik, dan Aesan Paksangko.

 

Ketika Tari Tanggai ditampilkan di acara pernikahan, maka busana yang digunakan biasanya Aesan Gandik atau Aesan Paksangko, karena busana Aesan Gede dipakai oleh pengantin. Gerak keseluruhannya ada pada Tari Tanggai mempunyai makna sebagai penyerahan diri manusia kepada sang Pencipta. Gerak yang ada pada Tari Tanggai merupakan gerak-gerak yang mengalir dan menampilkan suasana  keagungan dan kemegahan untuk mengenang pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

 

3.2  Saran

Ada banyak sekali ilmu dan pembelajaran baru yang dapat diperoleh dari jurnal tentang makna tari tanggai ini. Oleh karena itu, diharapkan agar jurnal ini dapat bermanfaat dalam memberikan ilmu kepada pembaca sekalian. Dengan harapan agar penulis selanjutnya dapat memperbaiki kekurangan dan kesalahan yang ada dengan konkret dan jelas sehingga dapat lebih memudahkan pembaca dalam mengerti materi yang dibahas.




 

DAFTAR PUSTAKA

 

Langer, SuzanneK. 1988.ProblematikaSeni, diterjemahkan oleh F.X.Widaryanto.Bandung:ASTI.

 

Meri, La. 1986.Elemen-ElemenDasarKomposisi Tari,diterjemahkan olhSoedarsono.Yogyakarta: Lagaligo.

 

Nawiyanto,dkk.201 6.Kesultanan Palembang Darusalam. Jember : JemberUniversity Press.

 

Yugi. 2017. “Tanggai dan Makna”. https://cerdika.com/. 11Maret 2021

 

Redaksi. 2019. “Makna Gerak Tari Tanggai”. http://kitacerdas.com/ . 11Maret 2021

 

Munawir Khairil. 2019. https://www.sekolah007.com/2020/04/reaksi-pembakaran-dalam-kimia.html. 11Maret 2021

 

Anonim. 2020. “Tari Tanggai”. https://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon. 11Maret 2021



0 komentar:

Posting Komentar